[Tulisan 5] Through Music

I love music
You love music
We love music
Everyone loves music

We don’t know each other
We haven’t met before
We are living in very different path
But we both love music

Music makes you calm
Music makes you happy
Music makes you smile
Music makes you understand

Music makes us one

[Tulisan 4] We Changed

We Changed by me

I remember four years ago
We promise to remember each other
Even how busy we are

The moments we spent together
Being the witness of our promise
To be able through these past years

We met
We talked
We cheered

All are gone
It’s already gone
Everything is gone

We are not we used to
We have different path to walk to
We changed, friends..

 

[Tulisan 3] Goodbye for Now..

Goodbye for Now by me

Tears we shared
from the very first until now
Fatigue we fell
that had to hid while smiling
Happiness we got
was the most expensive thing for us

Eventhough we were separated into two
Eventhough we wanted to be one but difficult
We are still under the same sky
We are still breathing the same air
and loved by the same stars

[Tulisan 2] Wearing Batik in Borobudur

There are so many amazing historical buildings in the world, we have to be proud by having Borobudur temple. Borobudur is the biggest Buddist temple in the world which placed in Magelang, Central Java. It belongs to the list of World Heritage Site and become a pride of Magelang citizens because it has incredible charming to foreign. Not only how big ang beautiful the temple are, but also the citizens who are still holding traditional ceremonies like Waisak which is still contain of their religion. Every year, there are so many foreign and domestic tourist come to visit here. More than 5.000 people come everyday, and even 20.000 people come when holiday period.

4151_large

There is something interesting from this temple which was built by Sir Thomas Stamford Rafless in 1814. In the early 2010, Central Java goverment made a new rule for everyone who wanted to go to the upstair part of Borobudur. They have to wear Kain Batik. This rule got positive respond from visitors. Eventually, until now visitors are obligated to wear Kain Batik to go to upstair part of the temple. The Borobudur’s organizer has supplied about 10.000 Kain Batik for visitors to wear.

One of my friend, Andri who is curently visited Borobudur temple said, “One of my reason why I want to visit this temple is because I want to take a picture by wearing Kain Baik which is tied up around waist..” Stafanus also commented, “At first I was kind of lazy to wear Kain Baik, It’s so confusing. But after wearing that, I think it’s cool.” he said honestly.

4150_large4147_large

The Borobudur’s organizer has reason for making this rule. Firstly, to attract visitor who come to the temple especially for the foreign tourist so that they know further about Batik. Second, to respect Borobudur temple as heritage site. So, when there is a visitor who wear short skirt or short pants (irreverent clothing), by wearing Kain Batik, it will cover part of bodies that are too revealed. Lastly, of course to show that Batik is one of Indonesian authentic artistic.

However, Borobudur’s organizer have to supply more Kain Batik when National holidays approach which usually more visitors will visit. In Lebaran 2002 ago, Borobudur temple was visited about 25.179 people per day. It made many people have to go to upstair without wearing Kain Batik. The reason is because there is no Kain Batik left and many visitors haven’t came back from upstair yet.

 

written by  eka putri
quoted from wikipedia, storyofwine, stefanusatyanto, jogja tribunnews + foto sindonews

[Tugas 4] Poems

Eka Putri Novianti
12610288
4SA01

1. As I Grew Older by Langston Hughes

Original Google Translate Correction
As I Grew Older Seperti yang saya Tumbuh Lama Seraya aku bertambah tua
It was a long time ago. Itu adalah waktu yang lama. Sudah lama sekali.
I have almost forgotten my dream. Aku hampir lupa mimpi saya. Aku hampir melupakan impianku.
But it was there then, Tapi itu di sana kemudian, Tapi kemudian impian itu ada disana,
In front of me, Di depan saya, Didepan ku,
Bright like a sun— Terang seperti matahari— Terang seperti matahari—
My dream. Mimpi saya Impianku.
And then the wall rose, Dan kemudian dinding naik, Dan kemudian sebuah tembok meninggi,
Rose slowly, Naik perlahan-lahan, Meninggi perlahan-lahan,
Slowly, Perlahan-lahan, Perlahan-lahan,
Between me and my dream. Antara saya dan mimpi saya. Diantara aku dan impianku.
Rose until it touched the sky— Naik sampai menyentuh langit-the Meninggi hingga mencapai langit—
The wall. Dinding. Tembok itu.
Shadow. Bayangan. Bayangan.
I am black. Saya hitam. Aku menjadi gelap.
I lie down in the shadow. Aku berbaring dalam bayangan. Aku berbaring dalam bayangan itu.
No longer the light of my dream before me, Tidak lagi terang mimpi saya sebelum saya, Tiada lagi sinar impian yang berada didepanku,
Above me. Di atas saya. Di atasku.
Only the thick wall. Hanya dinding tebal. Hanyalah tembok tebal.
Only the shadow. Hanya bayangan. Hanya bayangan.
My hands! Tanganku! Tanganku!
My dark hands! Tangan gelap saya! Tangan gelapku!
Break through the wall! Break melalui dinding! Menerobos masuk ke tembok!
Find my dream! Cari mimpi saya! Mencari impianku!
Help me to shatter this darkness, Bantu aku untuk menghancurkan kegelapan ini, Membantuku untuk menghancurkan kegelapan ini,
To smash this night, Untuk menghancurkan malam ini, Untuk meruntuhkan malam ini,
To break this shadow Untuk memecahkan bayangan ini Untuk memecahkan bayangan ini
Into a thousand lights of sun, Menjadi ribuan lampu matahari, Menjadi ribuan sinar matahari,
Into a thousand whirling dreams Ke seribu mimpi berputar Menjadi ribuan impian yang berputar
Of sun! Matahari! Di matahari!

 

2. Perspective by Bassel Almasalmeh

Original Google Translate Correction
Perspectives Perspektif Perspektif
While I was walking the city Sementara aku berjalan kota Ketika aku berjalan di kota
inhaling the dust of the street after rain menghirup debu dari jalan setelah hujan menghirup debu jalanan setelah hujan
the weather cloudy, the trees dim cuaca mendung, pohon-pohon redup cuaca mendung, pohon-pohon suram
the city looked like an open book kota tampak seperti sebuah buku yang terbuka kota terlihat seperti buku yang terbuka
time lays its hand on the self Waktu meletakkan tangan pada diri waktu meletakkan tangannya sendiri
memory stores fragments, images: toko memori fragmen, gambar: potongan penyimpan kenangan, gambar:
streets, crowds, shops, weather jalan-jalan, banyak, toko-toko, cuaca jalanan, keramaian, pertokoan, cuaca
as if life is but a handful of dust seolah-olah hidup hanyalah segenggam debu seolah-olah hidup ini hanyalah seganggam debu
the city, energy, immortal kota, energi, abadi kota, kekuatan, abadi
walking with dead bodies, treading on berjalan dengan mayat, menginjak berjalan dengan tubuh yang kosong, melangkah pada
faces carrying weary heads to oblivion wajah yang membawa kepala lelah untuk dilupakan wajah yang membawa lelahnya kepala untuk dilupakan
walking with memories played like tape berjalan dengan kenangan bermain seperti pita berjalan bersama kenangan yang berputar seperti perekam
now things look smaller, sekarang hal-hal terlihat lebih kecil, sekarang semua terlihat lebih kecil
small things fade, large ones small hal-hal kecil memudar, yang besar kecil yang kecil menghilang, yang besar mengecil
as if I was hovering, mapping the city seolah-olah aku melayang-layang, pemetaan kota seolah-olah aku melayang, memetakan kota
is this real or slave hallucinations apakah ini nyata atau halusinasi slave apakah ini nyata atau budak halusinasi
the city appeared huge and unfathomable kota besar dan tak terduga muncul kota muncul sangat besar dan tak terduga
I looked closely from above Aku melihat dekat dari atas aku memandang dengan dekat dari atas
and saw a man looking towards me dan melihat seorang pria melihat ke arah saya dan melihat seorang pria melihat kearahku
imagining desperately the scene from above membayangkan putus asa adegan dari atas membayangkan dengan putus asa pemandangan dari atas

[Tugas 3] Slang Words: What Are Young People Saying These Days?

Eka Putri Novianti
12610288
4SA01

Original Google Translate Correction
Slang Words: What Are Young People Saying These Days? Kata-kata Slang: Apakah Kaum Muda Mengatakan Hari Ini? Kata-kata Gaul: Apa yang anak muda katakan akhir-akhir ini?
“Moss,” “merked,” “reach” and “dip.” If you have no idea what those words mean, don’t beat yourself up too much — this is just everyday teenage lingo. “Moss,” “merked,” “mencapai” dan “dip.” Jika Anda tidak tahu apa arti kata-kata, jangan menyalahkan diri sendiri terlalu banyak – ini hanya sehari-hari istilah remaja. “Santai,” ”dipermalukan dalam keadaan mabuk,” ”datang” dan “meninggalkan.” Jika kalian tidak tahu apa arti kata tersebut, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri – ini hanyalah istilah sehari-hari remaja.
Teens tend to have a language of their own, but if you feel like infiltrating the crowd (or even just trying to understand some tweets), we have a guide to help you sort through the jargon. Remaja cenderung memiliki bahasa mereka sendiri, tetapi jika Anda merasa seperti infiltrasi kerumunan (atau bahkan hanya mencoba untuk memahami beberapa tweet), kami memiliki panduan untuk membantu Anda menyortir melalui jargon. Remaja cenderung memiliki bahasa mereka sendiri, tetapi jika kalian ingin masuk ke pergaulan mereka (atau hanya untuk mencoba mengerti beberapa ocehan), kami memiliki panduan untuk membantu kalian menyortirnya melalui bahasa golongan tertentu.
And with the holidays just around the corner, it could be useful to pick up a few key phrases to blend in with the younger folks at your holiday dinner — without looking completely out of place. Dan dengan liburan hanya sekitar sudut, itu bisa berguna untuk mengambil beberapa frase kunci untuk berbaur dengan orang-orang muda saat makan malam liburan Anda – tanpa melihat benar-benar keluar dari tempat. Dan karena liburan sudah dekat, bahasa ini bisa berguna untuk menambah beberapa frase penting saat berbaur dengan anak muda di makan malam saat liburan – tanpa terlalu keluar jalur.
Rachel Metalin, a high school English teacher at Upper Canada College in Toronto, says these terms even make their way into class discussions with students. Rachel Metalin, seorang guru bahasa Inggris SMA di Atas Kanada College Toronto, mengatakan hal ini bahkan membuat jalan mereka ke dalam diskusi kelas dengan siswa. Rachel Metalin, seorang guru bahasa Inggris SMA di Upper Canada College di Toronto, mengatakan istilah ini bahkan menjadi bahasan diskusi dikelas bersama para siswa.
“I often ask them how terms have morphed and changed to the slang words we use now,” she says. “Saya sering bertanya kepada mereka bagaimana hal telah berubah dan berubah menjadi kata-kata gaul yang kita gunakan sekarang,” katanya. “Saya biasa menanyakan mereka bagaimana istilah ini terbentuk dan berubah menjadi kata gaul yang dipakai sekarang,” katanya.
Last year, our teenage slang list included words and phrases like “epic fail,” “photobomb” and “lipdub,” which just goes to show that some things never change — they just get reused over and over again. Tahun lalu, daftar gaul remaja kami termasuk kata-kata dan frase seperti “epik gagal,” “photobomb” dan “lipdub,” yang hanya pergi untuk menunjukkan bahwa beberapa hal tidak pernah berubah – mereka hanya bisa digunakan kembali lagi dan lagi. Tahun lalu, daftar kata gaul remaja termasuk kata dan frase seperti “sangat gagal,” “muncul tiba-tibanya seseorang ketika ingin mengambil gambar” dan “parodi menyanyi,” yang hanya menghilang untuk menunjukkan bahwa beberapa hal tidak pernah berubah – kata-kata ini hanya dipakai lagi dan lagi.
Most of the words and phrases on our 2012 list are seen on social media sites, text messages and heard in high school hallways and popular song lyrics. Sebagian besar kata-kata dan frasa pada 2012 daftar kami terlihat di situs media sosial, pesan teks dan mendengar di lorong-lorong sekolah tinggi dan lirik lagu populer. Kebanyakan kata dan frase di daftar 2012 kami terlihat di situs media sosial, pesan teks dan terdengar di lorong SMA dan lirik lagu terkenal.
But Metalin says the way young people (and adults) are communicating could be taking a toll on their performance in the classroom. Tapi Metalin mengatakan cara orang muda (dan orang dewasa) berkomunikasi dapat mengambil tol pada kinerja mereka di dalam kelas. Tetapi Metalin mengatakan cara anak muda (dan orang dewasa) berkomunikasi dapat berdampak pada kinerja mereka di dalam kelas.
“In a way, you get all these charming new catchphrases that are appropriate for their ages, but at times I see their writing suffer. People begin writing the way they are speaking and everything becomes short-form,” she tells The Huffington Post Canada. “Di satu sisi, Anda mendapatkan semua catchphrases baru ini menawan yang sesuai untuk usia mereka, tapi kadang-kadang saya melihat tulisan mereka menderita. Orang-orang mulai menulis cara mereka berbicara dan semuanya menjadi bentuk singkat,” ia mengatakan The Huffington Post Kanada . “Di satu sisi, kalian mendapatkan semua frase keren yang cocok untuk umur mereka, tapi terkadang saya menemui masalah mereka dalam menulis. Orang mulai menulis karena apa yang mereka katakan dan semuanya menjadi bentuk pendek,” katanya ke The Huffington Post Canada.
And this year wasn’t just about the kids. 2012 had a mix of strange catchphrases and words like Olympic swimmer Ryan Lochte’s “Jeah,” which he explained was a mix of both “yeah” and “good,” (good one) or the overuse of the word “baby bump” in headlines and magazines pages. Dan tahun ini bukan hanya tentang anak-anak. 2012 memiliki campuran catchphrases aneh dan kata-kata seperti perenang Olimpiade Ryan Lochte yang “jeah,” mana ia menjelaskan adalah campuran dari kedua “ya” dan “baik,” (good one) atau terlalu sering menggunakan kata “bayi benjolan” di headline dan halaman majalah. Dan tahun ini tidak hanya tentang anak-anak. Tahun 2012 mempunyai campuran frase keren yang aneh dan kata-kata seperti “Jeah” dari perenang Olympic Ryan Lochte,” yang dijelaskan olehnya bahwa kata itu gabungan dari “yeah” dan good,” (bagus nih) atau terlalu sering menggunakan kata “kandungan” pada pokok berita dan halaman majalah.
The Atlantic’s list of the worst words of 2012 include these two, and other awful culprits like “butt-chugging,” “plus-one” and “retweets are not endorsements.” Daftar Atlantic kata terburuk 2012 termasuk kedua, dan penyebab lainnya seperti mengerikan “butt-bergerak dan berbunyi,” “plus-satu” dan “retweets tidak dukungan.” Daftar kata terburuk 2012 dari The Atlantic termasuk kedua kata ini, dan kata mengerikan lainnya seperti “memabukkan,” “memberi dukungan” dan “asal bicara.”
But 2012 also brought about mainstream recognition for a few words, like “f-bomb,” “sexting,” “bucket list” and the Oprah-inspired “aha moment,” which were all added to the Merriam-Webster Dictionary’s 2012 list. Tapi 2012 juga membawa pengakuan utama untuk beberapa kata, seperti “f-bom,” “sexting”, “daftar ember” dan Oprah terinspirasi “momen aha,” yang semua ditambahkan sampai 2012 daftar Merriam-Webster Dictionary itu. Tetapi tahun 2012 juga membuat beberapa kata dikenal, seperti “kata yang diganti ketika hampir mengatakan f***,” “mengirim pesan dengan kata kotor,” “daftar yang harus dilakukan sebelum mati” dan “aha momen,” yang semuanya ditambah kedalam daftar Kamus Merriam-Webster 2012.