[Tugas 4] Poems

Eka Putri Novianti
12610288
4SA01

1. As I Grew Older by Langston Hughes

Original Google Translate Correction
As I Grew Older Seperti yang saya Tumbuh Lama Seraya aku bertambah tua
It was a long time ago. Itu adalah waktu yang lama. Sudah lama sekali.
I have almost forgotten my dream. Aku hampir lupa mimpi saya. Aku hampir melupakan impianku.
But it was there then, Tapi itu di sana kemudian, Tapi kemudian impian itu ada disana,
In front of me, Di depan saya, Didepan ku,
Bright like a sun— Terang seperti matahari— Terang seperti matahari—
My dream. Mimpi saya Impianku.
And then the wall rose, Dan kemudian dinding naik, Dan kemudian sebuah tembok meninggi,
Rose slowly, Naik perlahan-lahan, Meninggi perlahan-lahan,
Slowly, Perlahan-lahan, Perlahan-lahan,
Between me and my dream. Antara saya dan mimpi saya. Diantara aku dan impianku.
Rose until it touched the sky— Naik sampai menyentuh langit-the Meninggi hingga mencapai langit—
The wall. Dinding. Tembok itu.
Shadow. Bayangan. Bayangan.
I am black. Saya hitam. Aku menjadi gelap.
I lie down in the shadow. Aku berbaring dalam bayangan. Aku berbaring dalam bayangan itu.
No longer the light of my dream before me, Tidak lagi terang mimpi saya sebelum saya, Tiada lagi sinar impian yang berada didepanku,
Above me. Di atas saya. Di atasku.
Only the thick wall. Hanya dinding tebal. Hanyalah tembok tebal.
Only the shadow. Hanya bayangan. Hanya bayangan.
My hands! Tanganku! Tanganku!
My dark hands! Tangan gelap saya! Tangan gelapku!
Break through the wall! Break melalui dinding! Menerobos masuk ke tembok!
Find my dream! Cari mimpi saya! Mencari impianku!
Help me to shatter this darkness, Bantu aku untuk menghancurkan kegelapan ini, Membantuku untuk menghancurkan kegelapan ini,
To smash this night, Untuk menghancurkan malam ini, Untuk meruntuhkan malam ini,
To break this shadow Untuk memecahkan bayangan ini Untuk memecahkan bayangan ini
Into a thousand lights of sun, Menjadi ribuan lampu matahari, Menjadi ribuan sinar matahari,
Into a thousand whirling dreams Ke seribu mimpi berputar Menjadi ribuan impian yang berputar
Of sun! Matahari! Di matahari!

 

2. Perspective by Bassel Almasalmeh

Original Google Translate Correction
Perspectives Perspektif Perspektif
While I was walking the city Sementara aku berjalan kota Ketika aku berjalan di kota
inhaling the dust of the street after rain menghirup debu dari jalan setelah hujan menghirup debu jalanan setelah hujan
the weather cloudy, the trees dim cuaca mendung, pohon-pohon redup cuaca mendung, pohon-pohon suram
the city looked like an open book kota tampak seperti sebuah buku yang terbuka kota terlihat seperti buku yang terbuka
time lays its hand on the self Waktu meletakkan tangan pada diri waktu meletakkan tangannya sendiri
memory stores fragments, images: toko memori fragmen, gambar: potongan penyimpan kenangan, gambar:
streets, crowds, shops, weather jalan-jalan, banyak, toko-toko, cuaca jalanan, keramaian, pertokoan, cuaca
as if life is but a handful of dust seolah-olah hidup hanyalah segenggam debu seolah-olah hidup ini hanyalah seganggam debu
the city, energy, immortal kota, energi, abadi kota, kekuatan, abadi
walking with dead bodies, treading on berjalan dengan mayat, menginjak berjalan dengan tubuh yang kosong, melangkah pada
faces carrying weary heads to oblivion wajah yang membawa kepala lelah untuk dilupakan wajah yang membawa lelahnya kepala untuk dilupakan
walking with memories played like tape berjalan dengan kenangan bermain seperti pita berjalan bersama kenangan yang berputar seperti perekam
now things look smaller, sekarang hal-hal terlihat lebih kecil, sekarang semua terlihat lebih kecil
small things fade, large ones small hal-hal kecil memudar, yang besar kecil yang kecil menghilang, yang besar mengecil
as if I was hovering, mapping the city seolah-olah aku melayang-layang, pemetaan kota seolah-olah aku melayang, memetakan kota
is this real or slave hallucinations apakah ini nyata atau halusinasi slave apakah ini nyata atau budak halusinasi
the city appeared huge and unfathomable kota besar dan tak terduga muncul kota muncul sangat besar dan tak terduga
I looked closely from above Aku melihat dekat dari atas aku memandang dengan dekat dari atas
and saw a man looking towards me dan melihat seorang pria melihat ke arah saya dan melihat seorang pria melihat kearahku
imagining desperately the scene from above membayangkan putus asa adegan dari atas membayangkan dengan putus asa pemandangan dari atas
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s