[Tugas 2] From Birth to First Birthday in Traditional Korea

Eka Putri Novianti
12610288
4SA01

Original Google Translate Correction
From birth to first birthday in traditional Korea. Dari lahir sampai ulang tahun pertama di Korea tradisional. Dari kelahiran sampai ulang tahun pertama di tradisional Korea.
When a man and woman married in Korean traditional society, social norms required that they gave birth to as many boys as possible. Ketika seorang pria dan wanita menikah dalam masyarakat tradisional Korea, norma-norma sosial yang diperlukan bahwa mereka melahirkan banyak anak laki-laki mungkin. Ketika seorang pria dan wanita menikah dalam masyarakat tradisional Korea, norma sosial mengharuskan mereka melahirkan anak laki-laki sebanyak mungkin.
Apparently, sons were preferred since they guaranteed the continuance of the family line and ancestor worship rituals. Rupanya, anak-anak lebih disukai karena mereka dijamin kelanjutan dari garis keluarga dan leluhur ritual ibadah. Rupanya, anak laki-laki lebih disukai karena mereka menjamin kelanjutan garis keluarga dan ritual penyembahan leluhur.
Women who were not able to give birth to boys or who were barren lived miserable lives. Wanita yang tidak bisa melahirkan anak laki-laki atau yang mandul tinggal hidup sengsara. Wanita yang tidak bisa melahirkan anak laki-laki atau mandul hidup dengan kesengsaraan.
Very often, these women resorted to invoking the benevolence of divine nature. Sangat sering, para perempuan ini terpaksa menyerukan kebajikan alam ilahi. Sangat sering, wanita-wanita ini memilih untuk menyerukan kebajikan alam ilahi.
They sought a son by praying to the ‘Samshin goddess’, who was supposed to govern conception and child birth. Mereka mencari anak dengan berdoa kepada ‘Samshin dewi’, yang seharusnya mengatur konsepsi dan kelahiran anak. Mereka meminta anak laki-laki dengan berdoa kepada ‘Dewi Samshin’, yang dipercaya mengatur pembuahan dan kelahiran anak.
When a woman got pregnant, she was expected to observe certain taboos. Ketika seorang wanita hamil, ia diharapkan untuk mengamati tabuter tentu. Ketika seorang wanita hamil, dia diharapkan untuk memperhatikan pantangan tertentu.
She was advised to be specially careful; for example: don’t exhibit licentious, adulterous, ill-intended behavior, don’t kill living things, and don’t bear hatred. Dia disarankan untuk secara khusus berhati-hati; misalnya: tidak menunjukkan bermoral, berzinah, perilakubertujuan buruk, tidak membunuh makhluk hidup, dan tidak menanggung kebencian. Dia disarankan untuk sangat berhati-hati; misalnya: tidak menunjukkan ketidak bermoralan, berzinah, berniatan buruk, tidak membunuh makhluk hidup, dan tidak menahan kebencian.
She had to keep her mind and body clean and neat. Dia harus menjaga pikiran dan tubuhnya bersih dan rapi. Dia harus menjaga pikiran dan tubuhnya tetap bersih dan rapi.
If she failed to do those things, they believed it would cause misfortune for the baby. Jika dia gagal melakukan hal-hal, mereka percaya hal itu akan menyebabkan malapetaka bagi bayi. Jika dia gagal melakukan hal-hal tersebut, mereka percaya akan menyebabkan malapetaka bagi bayi.
When the woman was expecting a baby, the best room was arranged for the delivery of a child. Ketika wanita itu mengharapkan bayi, ruang terbaik diatur untuk pengiriman anak. Ketika wanita mengharapkan seorang bayi, ruang terbaik diatur untuk kelahiran sang anak.
A sacred straw rope was hung over the gateposts when the child was born. Sebuah tali jerami suci digantung selama gateposts saat anak lahir. Sebuah tali jerami digantungkan dipagar ketika si anak lahir.
If the child was a boy, some pieces of charcoal and red peppers were fastened to the straw rope. Jika anak masih kecil, beberapa potong arang dan merah paprika yangdiikat ketali jerami. Jika anaknya laki-laki, beberapa potong arang dan cabai merah yang diikat pada tali jerami.
 If a girl baby was born, pieces of charcoal and green pines were fastened to it instead.  Jika seorang bayi perempuan lahir, potongan arang dan hijau pinus yang diikat untuk itu sebagai gantinya. Jika yang lahir anak perempuan, pilihlah beberapa potong arang dan pinus hijau yang diikat pada tali jerami.
This taboo rope symbolized protection against evils and illness, and visitors were not permitted to enter houses for at least 21 days. Tali tabu ini melambangkan perlindungan terhadap kejahatan dan penyakit, dan pengunjung tidak diizinkan untuk masuk kerumah untuk setidaknya 21 hari. Aturan tali ini melambangkan perlindungan terhadap kejahatan dan penyakit, serta pengunjung yang tidak diizinkan memasuki rumah setidaknya untuk 21 hari.
On the one hundredth day after the birth of child, the baby is congratulated on having survived the dangers of illness and the mother on having resorted her health. Pada suatu hari keseratus setelah kelahiran anak, bayi ucapan selamat karena selamat dari bahaya penyakit dan ibu karena telah terpaksa kesehatannya. Pada hari keseratus setelah kelahiran, bayi tersebut diberi ucapan karena telah selamat dari bahaya penyakit dan ibunya yang telah berusaha atas kesehatannya.
It was said that the baby would grow up healthy if pieces of rice cake and millet cake were distributed to one hundred neighbors. Dikatakan bahwa bayi akan tumbuh sehat jika potongankue beras da mille tkue dibagikan kepada seratus tetangga. Dikatakan bahwa bayi akan tumbuh sehat jika potongan kue beras dan kue jewawut yang dibagikan kepada seratus tetangga.
The one year anniversary of a birth is called “Tol”. Peringatan satu tahun kelahiran ini disebut Tol”. Peringatan satu tahun kelahiran disebut “Tol”.
In the old days when medical service was poor and hardly available, infant mortality was so high that the first birthday party was held to congratulate the baby on its good health. Di masa lalu ketika layanan medis miskin dan hampir tidak tersedia, kematian bayi sangat tinggi sehingga pesta ulang tahun pertama diadakan untuk mengucapkan selamat kepada bayi pada kesehatan yang baik. Di masa lalu ketika layanan medis masih terbatas dan jarang, kematian bayi sangat tinggi sehingga pesta ulang tahun pertama diadakan untuk mengucapkan selamat kepada bayi atas kesehatannya.
On the first birthday party, a special table, displaying many things like rice cake, fruit, a book, a pencil, money, and a hank of yarn, was set in front of a baby. Pada pesta ulang tahun pertama, sebuah meja khusus, menampilkan banyak hal seperti kue beras, buah, buku, pensil, uang, dan hank benang, didirikan di depan bayi. Pada pesta ulang tahun pertama, sebuah meja khusus, menampilkan banyak barang seperti kue beras, buah, buku, pensil, uang, dan gulungan bendang, yang diletakkan didepan bayi.
Whatever the baby chose would show what he or she would become. Apapun bayi memilih akan menunjukkan apa yang dia akan menjadi. Apapun yang bayi pilih akan menunjukkan akan menjadi apa dia.
For example, the parents believed if the baby chose a pen or book, he would be a good scholar or leader. Misalnya,orang tua percaya jika bayi memilih pena atau buku, ia akan menjadi seorang sarjana yang baik atau pemimpin. Misalnya, para orang tua percaya jika bayi memilih pulpen atau buku, dia akan menjadi pelajar yang pintar atau pemimpin.
If he chose money, he would get rich. Jika ia memilih uang, ia akan menjadi kaya.  Jika dia memilih uang, dia akan menjadi kaya.
If he choose a hank of yarn, it meant a long life. Jika dia memilih hank benang, itu berarti umur panjang. Jika dia memilih gulungan benang, berarti umur panjang.
 In my case, I chose rice cake, so I have many chances to eat. Dalam kasus saya, saya memilih kue beras, jadi saya punya banyak kesempatan untuk makan. Dalam kasus saya, saya memilih kue beras, jadi saya punya banyak kesempatan untuk makan.
It’s kind of fun.  Ini semacam menyenangkan.  Hal ini lucu.
Nowadays, we still celebrate the one year anniversary. Saat ini, kami masih merayakan peringatan satu tahun. Saat ini, kami masih merayakan peringatan satu tahun.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s