Kepekaan Walikota Seoul dalam Menata Kota

Kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih, membuat walikota Seoul, Lee Myung-bak (2002-2006) melakukan perubahan besar-besaran pada Sungai Cheonggyecheon. Dikenal sebagai sungai kumuh penuh sampah kala dulu, Sungai Cheonggyecheon berubah menjadi tempat paling diminati wisatawan asing.

cheonggyecheon-waterway

Bertempat di jantung kota, ditengah banyaknya kendaraan bermotor lalu-lalang, sungai ini telah berhasil menjadi penyeimbang tata letak kota supaya terhindar dari polusi dan pencegahan banjir dengan sistem pengaliran air yang baik. Menyugukan suasana tenang dan tempat yang nyaman, sungai tengah kota ini bisa menawarkan daya tarik tersendiri.

Cheonggyecheon-old1

Sungai sepanjang 6km ini dulunya adalah sungai kumuh tempat pembuangan sampah yang ditinggali pendatang yang ingin mengadu nasib di ibu kota pada masa Perang Korea (1950-1953). Sekitar tahun 1790-an Cheonggyecheon adalah simbol dari modernisasi kota Seoul dengan banyaknya beton-beton kuat untuk pembangunan jalan raya. Namun, walikota Seoul saat itu, Lee Myung-bak yang notabene pencinta lingkungan melakukan renovasi besar-besaran dengan mengubah sungai kumuh menjadi sungai bersih yang enak untuk dikunjungi. Hanya dengan kurun waktu pembangunan 2 tahun, walikota yang baru saja lengser dari bangku Presiden ini berhasil membuat suatu gagasan luar biasa dimana kota modern sekelas Seoul bisa dialiri oleh sungai bersih seperti Cheonggyecheon ini.

Cheonggyecheon2Cheonggyecheon4

Dengan adanya sungai bersih Cheonggyeoncheon, jumlah pengunjung asing melonjak pesat. Biasanya mereka mengunjungi tempat ini untuk sekedar bersantai, bermain air atau menikmati sejuknya udara ditengah kota.

Cheonggyecheon5

Keadaan ini lah yang membuat pihak kepariwisataan negeri gingseng ini untuk mengadakan festival tahunan di tempat ini. Setiap akhir tahun, di Sungai Cheonggyecheon digelar Festival Lentern. Festival ini menyuguhi keindahan dari lampu-lampu lentera berbagai macam bentuk dan gambar yang menarik untuk dilihat. Lebih menariknya lagi, festival ini tidak memungut biaya apapun untuk dinikmati. Karena itulah, banyak wisatawan baik asing maupun domestik senang menghabiskan waktu liburan mereka disini.

dibuat oleh eka putri
dikutip dari kompasianagiant41

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s