Memakai Batik di Borobudur

Dari berbagai bangunan-bangunan luar biasa yang ada di dunia, kita patut bangga mempunyai Borobudur. Candi budha terbesar di dunia yang berada di daerah Magelang, Jawa Tengah ini  masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia dan menjadi kebanggaan masyarakat Magelang karena mempunyai daya tarik yang luar biasa. Bukan hanya bentuk yang sangat besar dan arsitektur yang indah, namun juga kereligiusan masyarakat sekitar yang sering mengadakan upacara adat seperti memperingati hari Waisak setiap tahun membuat banyaknya wisatawan asing maupun domestik tertarik untuk mengunjungi tempat ini. Lebih dari 5.000 orang berdatangan tiap harinya, dan mencapai 20.000 orang saat hari libur besar datang.

4151_large

Ada yang menarik lagi dari candi temuan Sir Thomas Stamford Raffles tahun 1814 ini. Mulai awal tahun 2010 lalu, pemerintah Jawa Tengah menerapkan penggunaan kain motif batik untuk bisa naik ke atas candi Borobudur. Kain batik tersebut berbentuk sarung yang dililitkan di pinggang dengan dua motif yaitu hitam putih dan coklat. Terapan ini mendapat respon positif dari pengunjung. Alhasil, hingga saat ini pengunjung diwajibkan memakai sarung batik untuk naik keatas candi. Pihak pengelola sudah menyediakan 10.000 sarung batik untuk bisa dipakai oleh para mengunjung.

Salah satu teman saya, Andri yang baru-baru ini mengunjungi candi Borobudur mengaku “Salah satu alesan gue kesini adalah gue mau foto pake kain batik yang diiketin ke pinggang itu..” ucapnya sumringah. Ada lagi Stefanus yang berpendapat “Awalnya males banget pake begituan, ribet banget. Tapi setelah dipake, ternyata keren juga.” jujurnya. 

4150_large

4147_large

Penerapan penggunaan sarung batik ini tentu saja ada alasannya. Pertama, agar semua pengunjung yang datang terutama wisatawan asing dapat mengenal batik lebih jauh. Kemudian untuk menghormati candi Borobudur sebagai peninggalan bersejarah. Jadi, apabila ada pengunjung yang menggunakan rok mini atau celana pendek (pakaian kurang santun), maka dengan memakai sarung batik, akan menutupi bagian tubuh yang terlalu terbuka. Terakhir tentu saja untuk menunjukkan bahwa batik adalah salah satu hasil seni yang berasal dari Indonesia.

Namun, pihak candi Borobudur harus siap lebih banyak sarung batik lagi menjelang hari-hari libur nasional yang biasanya sering dipergunakan wisatawan domestik untuk berlibur ke candi Borobudur. Saat lebaran tahun 2012 lalu, candi Borobudur dikunjungi sekitar  25.179 orang dalam sehari. Hal ini membuat banyaknya pengunjung yang terpaksa naik candi tanpa menggunakan sarung batik. Alasannya karena persediaan sarung batik yang tidak mencukupi dan banyaknya pengunjung yang belum turun dari atas candi.

dibuat oleh eka putri
diambil dari wikipedia, storyofwine, stefanusatyanto, jogja tribunnews + foto sindonews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s